Selasa, 02 Agustus 2011
Sabtu, 28 Februari 2009
Spiritualitas Cinta
Teruntuk
: Ami Rahmawati
Assalamu’alaikum
wr.wb
Alhamdulillah
terucap dari batin dan lesanku setelah mengalami segala bentuk macam
bentuk ujian kehidupan, aku masih diberikan kekuatan dan ketabahan
dalam mencermati setiap makna dan hikmah yang terkandung di dalamnya.
Maka, puji
syukur hanya terlimpah kepada Alloh SWT yang telah memberikan segala
kekuatan itu. Semoga tetap dalam petunjuk-Nya. Amiin. Juga tak lupa
sholawat serta salam kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW yang dengan
suri tauladan yang diberikannya dapat menginspirasi hidupku selama
ini, terutama dalam hal mencintai rahmatNya. Semoga syafa’at
diberikan kepada kita pada hari kiamat nanti. Amiin. Demikian juga
kepada keluarga Beliau dan sahabat-sahabatnya, yang dengan keteguhan
hati mempertahankan dan memperjuangkan cintanya kepada Nabi Muhammad.
Semoga menjadi penghuni Syurga bersama mereka. Amiin.
Tak banyak tendensi sebenarnya apa yang
akan kutuliskan ini kuberikan kepada seseorang yang selama 10 tahun
ini Alloh memberikan suatu perasaan di hatiku, yang aku menganggapnya
suatu anugerah dan nikmat yang tak terkira dalam kehidupanku selama
ini. Tak ada tendensi?? Maksudnya adalah tak ada motivasi duniawi
yang aku harapkan dari tulisan ini untuk memenuhi nafsuku untuk
mendapatkan apa yang kuinginkan. Selain karena memang kelihatannya
tidak akan terjadi, juga memang aku memberikan suatu tulisan ini
sebagai kado perkawinanmu. Di hari yang bahagia itu, aku juga
merasakan kebahagiaan yang amat indah dalam hidupku. Bahkan mungkin
lebih besar dari kebahagiaan kalian berdua. He..he..
Kenapa
aku sangat berbahagia sekali?? Karena aku merasa bahwa aku bisa
berjuang mempertahankan rasa yang diberikan Alloh kepadaku selama
itu. Tidak semakin berkurang, walau aku bahkan 5 tahun terakhir tidak
menjumpai seri wajahmu. Sungguh aneh memang, kok bisa mencintai
seseorang yang tidak pernah berjumpa dalam kurun waktu itu. 9 tahun
aku memendam perasaan itu, walau mungkin kau telah mengetahuinya. Aku
bisa memendam rapat-rapat, karena aku tahu kau sudah ada dambaan hati
yang lain. (Selamat kamu mas Agung, mendapatkan bidadari Surga). Aku
tahu aku pernah menyakiti perasaanmu waktu itu. Namun aku punya
alasan yang juga sangat penting waktu itu, sehingga mengalahkan
keinginan kuatku untuk menyatakan perasaanmu padaku. Alasan apa? Aku
tidak akan beralasan karena hal tersebut juga tidak akan berguna
lagi, karena semuanya sudah terlambat sekarang. Aku juga tidak yakin
dengan perasaanmu padaku setelah itu. Bahkan aku yakin, kau sudah
tidak ada rasa lagi kepadaku.
Terlalu
berbelit mungkin uraian di atas. Untuk lebih jelasnya aku punya suatu
cerita yang aku juga tak yakin kamu akan menyukainya juga. Karena ada
3 kemungkinan sikap yang akan kau dapati setelah membaca seluruhnya.
Pertama; Kamu tidak membacanya sama sekali; kedua; Kamu membacanya,
namun sedikit, karena tahu akan isinya; Ketiga; kamu akan mebacannya
dengan senyum-senyum dengan ”membatin” ( wong edan yusuf
iki).he..he..atau keempat; membaca dan menangis sejadinya karena kau
menyesal karenanya. ( Ini sudah tidak mungkin lagi, karena memang
tidak mungkin, dan aku berharap juga tidak mungkin, karena yang
kuharapkan adalah kau sudah tidak membekaskan cinta dalam hatimu
untukku atau yang lain, dan 100 % kau berikan kepada suamimu. Makanya
aku tidak memasukkan kemungkinan ini, Cuma 3 kemungkinan tok. He..)
Kok
nggak jadi cerita-cerita ya. He..Yo wis lah. Berandai-andai menjadi
Habbiburahman el Shirazy. Akan kuberikan cerita cinta yang
kualami..Sebelumnya kalau ada kesamaan nama tokoh, judul, tema
ataupun hal-hal lain ini karena ketidaksengajaan lho. Dan sebelumnya
maaf yang tulus kuucapkan kepadamu dan terutama kepada suamimu.
(mohon maaf ya Mas Agung, sumpah aku tidak ada niat jelek dan akan
kuberikan
doa 100 Al Fatihah kepada kalian untuk bisa awet sepanjang umur
kalian sehabis sholat subuh pagi ini. Amiin).
Eh..masih ada space sedikit,
mubazir..he..he..aku juga berdoa semoga dalam penulisanku ini dalam
naungan ridho Alloh dan dihindarkan dari gangguan syaitan yang hina
dan terkutuk. Amiin.
Wassalamu’alaikum
wr.wb Yusuf Ismail
SPIRITUALITAS
CINTA
(Sebuah
Perjalanan Cinta)
Aku kelas 2 SMU waktu itu.
Masa-masa yang sangat berkesan dalam kecerdasan remaja yang mulai
beranjak
menemukan hal-hal baru yang akan mempengaruhi hidupku pada masa-masa
sesudahnya. Waktu itu ada penerimaan siswa baru di SMU ku. Biasalah,
namanya jiwa remaja selalu ingin tahu wajah-wajah seperti apa yang
menghiasi hari-hari baru di sekolah. Aku lelaki, punya rasa
keingintahuan yang besar terhadap siswi baru. Beberapa hari orientasi
ternyata aku belum menemukan apa yang aku harapkan. Selanjutnya aku
menjalani hidup-hidup seperti biasa di sekolah. Aktif dengan kegiatan
intra dan ekstra sekolahku. Aku termasuk orang pendiam dan pemalu
waktu itu. Aku juga masuk dalam organisasi ROHIS dan PMR dan sesekali
membantu teman-teman dalam OSIS walau aku tidak masuk dalam
kepengurusan OSIS. Hari-hari berlalu sampai ada suatu kejadian yang
sangat bersejarah dalam hidupku.
Tahu kejadian bersejarah itu? Aku
menemukan sesosok wajah bidadari di SMU ku. Dan ternyata adalah siswi
baru. Aku sudah agak tidak teringat dengan proses dan alur
kejadiannya, namun yang paling kuingat adalah aku seketika itu
langsung menuju ruang OSIS dan menggeledah laci dan rak yang ada
dalam ruangan OSIS. Apa yang kucari? Foto siswi baru itu. Dan
kutemukan juga. Foto hitam putih ukuran 3×4 dan dibelakangnya
tertulis namamu dan kelasmu. 1-7 aku masih ingat. Dan dengan segala
akalku aku berusaha mencari kesempatan untuk bisa terus berdekatan
denganmu. Kau orang pendiam kurasa waktu itu. Berjilbab menambah
anggun sosokmu membuat aku agak canggung untuk mencari kesempatan
dekat denganmu. Tapi, beruntung aku waktu itu aktif di ROHIS dan pada
waktu itu aku juga merupakan ketua seksi di ROHIS yaitu seksi
Perpustakaan Islam. Pas dengan saat itu aku membutuhkan
pengurus-pengurus baru perwakilan kelas untuk mengisi struktur
kepengurusan, maka dari kelasmu aku menunjuk kamu mewakilinya.
(he..he..namun juga memang aku melihat kamu punya potensi untuk bisa
menjadi sosok yang penting di sekolah dengan kecerdasan dan kharisma
yang kau miliki. Buktinya kamu menjadi ketua An Nisa’).
Aku menikmati
masa-masa itu, masa-masa dimana aku bisa melihatmu, walau sekejap
atau hanya curi-curi pandang. Hanya dialog-dialog kecil yang kita
lakukan, tidak ada perbincangan pribadi. Hal itu karena memang aku
sangat canggung dan malu untuk memulai perbincangan denganmu. Walau
saat itu aku ingin sekali. Sampai suatu saat aku diberi tahu oleh
temanku yang juga masih saudaraku dan kakak kelasku di SMU, bahwa dia
punya teman akrab dan ternyata temannya itu adalah kakakmu yang juga
kakak kelasku (njlimet ya..he..he..kaya psikotes). Apa yang dikatakan
temanku adalah bahwa pas dia main kerumah temannya yang kakakmu itu,
kamu bercerita bahwa kamu sedang ada rasa dengan kakak kelas yang itu
adalah aku..dan kamu belum tahu bahwa yang kamu ajak cerita atau
curhat itu adalah temanku yang juga saudara sepupuku.(benar apa tidak
ini belum aku cek kebenarannya). Temanku atau saudaraku itu bilang ke
aku pada malam harinya setelah kamu cerita. Reaksiku mendengarnya
seperti mendapat undian bahwa aku menang lomba. Berjingkrak
kegirangan seperti orang gila.hee..Tapi cerita itu tidak lantas
membuatku menjadi aktif terhadapmu, malah aku semakin malu dan
canggung terhadapmu..Terpendam lagi.
Hari-demi hari berlalu hingga aku
lulus dari sekolah. Selama itu pula aku hanya memendam rasa itu. 2
tahun.
Hingga aku
kuliah aku tetap tidak bisa melupakanmu. Hari tetap kujalani dengan
kewajaran layaknya orang seusiaku. Sampai aku pas liburan mau ke
semester 3 aku diajak main sama temanku yang saudara sepupuku tadi
main ke rumah temannya. Aku tidak tahu siapa temannya itu. Sampai di
sana aku bincang-bincang dengan temannya dan saat itu setelah 1 tahun
aku tidak melihatmu, aku dikejutkan oleh sosokmu yang menyajikan
minuman. Ternyata aku di rumahmu!!!. Entah kebetulan atau memang
takdir yang membawa kita bertemu kembali dalam suasana seperti itu.
Berkembang kita yang dulunya jarang omong dan malu-malu seakan-akan
menebus semua rasa selama 3 tahun itu dengan keakraban yang dekat
sekali antara batin kita. Hal ini berlangsung selama 2 tahun kita
bersama-sama mengarungi kebahagiaan. Hal ini yang kurasakan dan aku
yakin kau juga merasakan hal itu. Waktu-waktu libur aku sempatkan ke
rumahmu dengan dalih mengantar ibuku yang kantornya tidak jauh dari
rumahmu sekalian mampir ke rumahmu. Eh..nggak mampir ding..soale dari
pagi sampai siang atau sore.he..
Tahu kejadian
romantis atau indah yang aku sangat mengingatnya sampai sekarang dan
aku yakin kau adalah anugerah terindah dari Alloh saat itu? Saat kau
mengambilkan nasi atau minuman untukku, saat kau menyalamiku, saat
kau dengan sabar mendengar keluh kesahku, saat kau bertutur sopan dan
halus di hadapanku, saat kau menanyikan lagu untukku (dengan gitar
kau nyanyikan lagu ”Five Minutes). Tak ada lagi yang diharapkan
laki-laki dari wanita bila berjumpa dengan sosok sepertimu. Jiwa anak
muda bila sedang dilanda cinta pasti ada keinginan untuk
mengungkapkannya kepada yang dicintai. Tapi hal tersebut tidak bisa
kuucapkan dan kuungkapkan kepadamu secara lesan. Hanya bahasa tubuh
yang bisa kulakukan dan ku yakin kau tahu bahwa aku sangat
mencintaimu. Perasaanku saat itu kau pun memakluminya bahwa sikapku
selama itu, bahwa aku tidak secara lesan mengungkapkan perasaanku.
Ditambah pada rentan waktu itu aku mengalami kejadian atau pengalaman
spiritual, yaitu mengalami masa-masa kepasrahan menghadapi maut saat
aku tenggelam di Laut Pacitan. Saat dimana aku disadarkan akan
kekerdilanku selama ini bahwa aku adalah ciptanNya yang dapat
diambilnya sewaktu-waktu. Tahu yang kuucapakan setelah sadar dari
fase kritis itu? Yang menjadi semangat hidupku adalah Alloh, Nabi,
Ibu dan orang tuaku, serta kamu..Temanku menjadi saksi bahwa aku
berulangkali menyebutkan namamu saat aku mengalami fase-fase
tersebut. Namun kejadian tersebut juga membuat psikologi atau
kejiwaanku menjadi berubah. Banyak hal-hal yang sebelumnya tidak aku
pikirkan dan renungkan menjadi kupikirkan atau renungkan. Aku menjadi
sosok yang pendiam, penyendiri, asing dengan lingkungan, was-was,
juga aku merasakan beban tanggung jawab yang besar di pundakku. Aku
anak yatim yang ditinggal bapakku tercinta sejak umur 3 tahun. Ibuku
berjuang sendirian membesarkan 5 anak laki-lakinya. Aku sebagai anak
ke-4 melihat kakak-kakakku yang tidak seperti yang diharapkan ibunya
menjadi tulang punggung keluarga, merasa ada beban tanggung jawab
yang harus kulakukan untuk membahagiakan dan tidak menyulitkan ibuku.
Aku pun dinasehati oleh ibuku bahwa agar kuliahku segera
diselesaikan. Buang atau hindari hal-hal yang membuatku nantinya
tidak konsentrasi terhadap kuliah. Pacaran pun kalau bisa jangan
dulu. Hal tersebut yang membuat aku dengan sadar tapi dengan sangat
berat mencoba menjauh darimu perlahan, walau aku tahu ini akan punya
dampak besar sekali. Saat aku sedang ingin tetap terus bersamamu.
Namun, dengan logika dan akal sehatku, namun dengan meninggalkan
perasaanku, aku menjauh darimu. Saat itu aku kuliah yang harus segera
kuselesaikan. Maka aku segera mencapai kehendak itu. (hal ini
kubuktikan dengan lulus cepat di kuliah dengan nilai yang juga
bagus). (ijasah dan transkrip nilai sebetulnya akan kulampirkan, tapi
malah seperti melamar kerja. Dilegalisir lagi.he..).
Namun
namanya risiko yang sudah kupikirkan saat itu belum sampai membuat
aku siap terhadap risiko yang benar-benar terjadi. Seperti saat aku
diberitahu oleh temanku yang sepupuku dan juga teman kakakmu bahwa
ternyata kau menunggu kepastianku akan hubungan kita selama waktu
itu. Dan menurut temanku sampai kau menerima cinta seseorang yang
pada waktu itu sebenarnya kau tidak mencintainya. Bagai dibanting
dari lantai 4 aku mendengarnya. (aku shock waktu itu) Ada 3 temanku
waktu itu. Aku menangis untuk pertama kali untuk seorang wanita,
benar-benar menangis. Aku sangat menyesal bahwa selama ini ada wanita
yang kukorbankan perasaannya karena prinsipku. Aku bagai disadarkan
bahwa aku ternyata belum siap untuk ditinggalkan olehmu waktu itu.
Dan tambah menyesal lagi bahwa ternyata hal tersebut sudah 6 bulan
yang lalu sesudah engkau cerita kepada temanku yang sepupuku tentang
kejadian tersebut. Aku sadar temanku yang sepupuku tidak
tega mengatakan kepadaku. Temanku tahu bahwa aku sangat mencintaimu,
sehingga dia tidak sampai hati menyampaikan berita itu padaku. Tapi
namanya terlambat, ya terlambat..seperti kata orang bijak ”Hal
terburuk dalam hidup bukan saat kita mendapatkan sesuatu hal atau
kejadian buruk tersebut, itu bisa menjadi suatu pelajaran berharga
dan karena itu sudah terjadi, Namun hal terburuk dalam hidup adalah
saat kita sebenarnya dapat melakukannya tapi kita tidak sempat
berbuat untuk mewujudkannya.Menjadi penyesalan yang hebat”.
Hal
itu menyadarkanku, bahwa saat kita sebenarnya bisa mengungkapkan apa
yang kita rasakan atau apa yang ingin kita lakukan, kita tidak akan
menyesal di kemudian hari, apapun hasilnya. Pelajaran berharga.
Setelah kejadian itu aku sudah tidak bisa seleluasa dulu lagi untuk
bisa dekat denganmu. Kau sudah ada yang mencintai dan memilikimu
dalam arti pacaran. Aku masih mencintaimu saat itu dan aku terus
diberikan rasa itu oleh Alloh walau aku tahu bahwa kau sudah dengan
yang lain. Aku menjalaninya, bahwa aku mencintai seseorang yang
mungkin sudah tidak mencintaiku lagi..Aku tetap menyimpan cinta itu
dalam hatiku sendiri. Sampai aku selain bahagia dengan rasa itu juga
aku sangat tersiksa dengan rasa itu. Aku tidak bisa menghilangkan
rasa itu. Sampai aku pernah beberapa kali dekat dengan wanita, namun
tidak sampai berlangsung menjadi suatu ikatan, karena aku sadar bahwa
kamu selalu hadir menghantuiku setiap aku akan menjalin hubungan. Kau
selalu ada di hatiku kemana aku berada. Bahkan sampai suatu saat aku
nekad berpacaran dengan cewek walau aku tidak mencintainya dengan
tujuan mungkin setelah sekian lama, aku bisa mencintainya dan
melupakan kamu. Namun namanya saja hubungan tanpa rasa cinta tidak
akan berlangsung lama. Cuma 4 bulan aku pacaran, karena aku tidak
bisa memberikan apa yang dia butuhkan, yaitu cinta. Sampai aku lulus
kuliah dan kerja pun selama 3 tahun, aku tetap tidak bisa
melupakanmu. Jadi total aku melewati masa-masa bahwa di hatiku
(sampai aku kerja selama 3 tahun) mencintaimu adalah 9 tahun.
Masih
ada sisa 1 tahun terakhir aku mencintaimu sampai waktu ini. Selama
setahun ini, aku mulai mencoba meraih hatimu lagi, walau dengan
cara-cara sms dan kadang-kadang telpon
(tapi cuma beberapa kali..ra gablek pulsa je.he..he..). Tapi aku
merasa tetap nihil hasilnya. Kau memang wanita yang setia. Aku juga
merasa mungkin perjuanganku kurang gigih. Namun aku merasa hanya
cara-cara itu yang kuanggap sebagai cara yang halus dan sopan untuk
meraihmu. Aku berjuang untuk meraihmu namun aku juga berjuang untuk
melupakanmu. Aku berdoa kepada Alloh Yang Maha pembolak-balik hati
untuk memberikan yang terbaik bagiku dan bagimu. Bila memang jodohku
aku ingin rasa ini dihilangkan dariku, namun jika jodoh pertautkan
hati kita seperti dahulu lagi..Pasrah dan ikhlas itu merupakan kunci
doa yang sesungguhnya. Ternyata sangat sulit hal tersebut kalau kita
memang sudah tidak ada pilihan lain. Sampai saat aku merasa aku harus
ke Jakarta untuk terakhir kalinya untuk mencoba meraihmu lagi.
Rencanaku hari Jumat aku ke Jakarta. Namun, hari kamis pagi aku
mendapati sms mu yang minta restu dan doa akan pernikahanmu pada hari
minggu. Terlambat lagi…Untuk kedua kalinya aku terlambat untuk
berjuang atas nama cintaku. Sangat sedih memang, 10 tahun berjalan,
aku diberi rasa cinta yang demikian hebat. Namun seperti dua kata
kunci tadi, pasrah dan ikhlas akan timbul saat kita tidak ada pilihan
lain yang harus dilakukan. Aku ke Jakarta pun sangat mustahil untuk
dapat mengubah niatmu untuk menikah.
Aku
dulu tidak berpikir bahwa aku akan bisa menghadapi ini. Yang
terbayang bahwa aku akan mati separuh kehilanganmu. Namun, atas
kekuatan yang diberikanNya, hanya dalam waktu 3 hari sejak aku
mendapatkan berita pernikahanmu aku tetap tegar menghadapinya. Aku
tersadar, bahwa perjalanan cinta tidak selalu seperti yang kita
harapkan. Ending atau akhir cerita cinta tidak bisa kita sutradarai.
Sutradaranya adalah Alloh Yang Maha Pengatur segalanya. Dan Alloh
punya rahasia-rahasia yang tidak akan diberikanNya pada makhlukNya
seperti kita sampai Dia berkehendak untuk memberitahu kita. Dia
menyiapkan segala sesuatu sehingga segala sesuatu akan berjalan
sesuai dengan rencanaNya. Dan Dia juga menyiapkan suatu akhir yang
indah sebenarnya dari sisi Akhirati bukan dari sisi duniawi.
Maksudnya adalah yang terbaik untuk manusia bukan pada anggapan
manusia, namun adalah kehendakNya. 10 Tahun mencintaimu bukanlah
siksaan untukku. Itu adalah masa atau dekade paling indah dalam
hidupku. Yaitu, mencintai seseorang yang pantas dicintai, seorang
sosok wanita solehah yang semakin langka di muka bumi ini. Sesosok
istri yang taat dan
setia kepada suami, tahu hak kewajibannya. Dan aku yakin kau akan
menjadi istri dan ibu yang baik. Aku selama ini mengejar yang pantas
dikejar. Yang kusesali adalah aku ingin melupakanmu saat dulu. Aku
bahagia dengan mencintaimu dengan caraku. Aku tidak berharap balasan
cintamu sekarang. Aku tidak berharap engkau menjadi milikku sekarang.
Kau sudah berjasa memberikan contoh sosok yang pantas dicintai. Doaku
semoga aku diberikan jodoh sepertimu atau mungkin lebih. Dan sekarang
aku akan berusaha mencapainya. Seperti ayat Alloh, ”Wanita
baik-baik untuk laki-laki baik dan demikian sebaliknya……”
Sebagai bahan instropeksi diri, aku selama ini belum dapat mencapai
kufu akhlaq yang sama denganmu. Banyak kekurangan-kekurangan dan
kesalahan-kesalahan yang selama ini masih kubuat. Aku harus perbaiki
diri untuk menjadi lebih baik lagi, dan mendapatkan jodoh seperti
yang dijanjikannya. Amiin.
Sekali
lagi aku yakinkan kepadamu, bahwa aku sangat bahagia dengan
pernikahanmu. Tak ada sebersit pun rasa dendam, sakit hati pada mu
karena ketetapan
ini. Namun aku bahagia, bahwa yang aku cintai selama ini bahagia di
hari pernikahannya. Hari yang merupakan gerbang awal menuju syurga.
Ibadah yang banyak sekali lahan untuk mengais syurga. Sangat berdosa,
bila aku menghalangi niat baik seseorang. Aku akan datang di
pernikahanmu sebagai lelaki yang sebenarnya. Tegar, tidak mudah patah
arang seperti yang dicontohkan Nabi-nabi kita serta
Sahabat-sahabatnya dan orang-orang sholeh di bumi ini. Setidaknya aku
mencoba sebagai temanmu yang akan selalu mendoakan yang terbaik
bagimu. Kepada Mas Agung yang sangat beruntung mendapatkan istri yang
bagai bidadari syurga: Jagalah kasih sayang diantara kalian, jangan
khianati nikmat Alloh akan istrimu, pergauilah sesuai dengan nilai
agama Islam, maka aku akan tambah berbahagia di hari depan. Semoga
kita bertemu di syurga Alloh Ta’alaa. Amiin. Teruntuk kamu yang
pernah mengisi hatiku, jadilah istri yang dengan panji-panji Alloh
dan RosulNya serta keteladanan Siti Khotijah, Aisyah dan Fatimah
Az-Zahra menjadi istri yang akan dibuatkan singgasana di syurga dan
dijadikan bidadari yang indah. Amiin
Itu
sekelumit kisah yang bisa ada 3 kemungkinan. Aku mohon maaf
sebesar-besarnya kepadamu dan juga terutama kepada Mas Agung. Ini
Demi Alloh bukan tipu licikku, namun dari hati yang dalam, aku hanya
mendoakan kebaikan bagi kalian berdua. Semoga diberi keturunan yang
banyak yang soleh soleha dan dapat meneruskan cita-cita Rosulullah
SAW dengan Islam. Amiin
10/11/2007
3:37-
4.44 WIB
: Ami Rahmawati
Assalamu’alaikum
wr.wb
Alhamdulillah
terucap dari batin dan lesanku setelah mengalami segala bentuk macam
bentuk ujian kehidupan, aku masih diberikan kekuatan dan ketabahan
dalam mencermati setiap makna dan hikmah yang terkandung di dalamnya.
Maka, puji
syukur hanya terlimpah kepada Alloh SWT yang telah memberikan segala
kekuatan itu. Semoga tetap dalam petunjuk-Nya. Amiin. Juga tak lupa
sholawat serta salam kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW yang dengan
suri tauladan yang diberikannya dapat menginspirasi hidupku selama
ini, terutama dalam hal mencintai rahmatNya. Semoga syafa’at
diberikan kepada kita pada hari kiamat nanti. Amiin. Demikian juga
kepada keluarga Beliau dan sahabat-sahabatnya, yang dengan keteguhan
hati mempertahankan dan memperjuangkan cintanya kepada Nabi Muhammad.
Semoga menjadi penghuni Syurga bersama mereka. Amiin.
Tak banyak tendensi sebenarnya apa yang
akan kutuliskan ini kuberikan kepada seseorang yang selama 10 tahun
ini Alloh memberikan suatu perasaan di hatiku, yang aku menganggapnya
suatu anugerah dan nikmat yang tak terkira dalam kehidupanku selama
ini. Tak ada tendensi?? Maksudnya adalah tak ada motivasi duniawi
yang aku harapkan dari tulisan ini untuk memenuhi nafsuku untuk
mendapatkan apa yang kuinginkan. Selain karena memang kelihatannya
tidak akan terjadi, juga memang aku memberikan suatu tulisan ini
sebagai kado perkawinanmu. Di hari yang bahagia itu, aku juga
merasakan kebahagiaan yang amat indah dalam hidupku. Bahkan mungkin
lebih besar dari kebahagiaan kalian berdua. He..he..
Kenapa
aku sangat berbahagia sekali?? Karena aku merasa bahwa aku bisa
berjuang mempertahankan rasa yang diberikan Alloh kepadaku selama
itu. Tidak semakin berkurang, walau aku bahkan 5 tahun terakhir tidak
menjumpai seri wajahmu. Sungguh aneh memang, kok bisa mencintai
seseorang yang tidak pernah berjumpa dalam kurun waktu itu. 9 tahun
aku memendam perasaan itu, walau mungkin kau telah mengetahuinya. Aku
bisa memendam rapat-rapat, karena aku tahu kau sudah ada dambaan hati
yang lain. (Selamat kamu mas Agung, mendapatkan bidadari Surga). Aku
tahu aku pernah menyakiti perasaanmu waktu itu. Namun aku punya
alasan yang juga sangat penting waktu itu, sehingga mengalahkan
keinginan kuatku untuk menyatakan perasaanmu padaku. Alasan apa? Aku
tidak akan beralasan karena hal tersebut juga tidak akan berguna
lagi, karena semuanya sudah terlambat sekarang. Aku juga tidak yakin
dengan perasaanmu padaku setelah itu. Bahkan aku yakin, kau sudah
tidak ada rasa lagi kepadaku.
Terlalu
berbelit mungkin uraian di atas. Untuk lebih jelasnya aku punya suatu
cerita yang aku juga tak yakin kamu akan menyukainya juga. Karena ada
3 kemungkinan sikap yang akan kau dapati setelah membaca seluruhnya.
Pertama; Kamu tidak membacanya sama sekali; kedua; Kamu membacanya,
namun sedikit, karena tahu akan isinya; Ketiga; kamu akan mebacannya
dengan senyum-senyum dengan ”membatin” ( wong edan yusuf
iki).he..he..atau keempat; membaca dan menangis sejadinya karena kau
menyesal karenanya. ( Ini sudah tidak mungkin lagi, karena memang
tidak mungkin, dan aku berharap juga tidak mungkin, karena yang
kuharapkan adalah kau sudah tidak membekaskan cinta dalam hatimu
untukku atau yang lain, dan 100 % kau berikan kepada suamimu. Makanya
aku tidak memasukkan kemungkinan ini, Cuma 3 kemungkinan tok. He..)
Kok
nggak jadi cerita-cerita ya. He..Yo wis lah. Berandai-andai menjadi
Habbiburahman el Shirazy. Akan kuberikan cerita cinta yang
kualami..Sebelumnya kalau ada kesamaan nama tokoh, judul, tema
ataupun hal-hal lain ini karena ketidaksengajaan lho. Dan sebelumnya
maaf yang tulus kuucapkan kepadamu dan terutama kepada suamimu.
(mohon maaf ya Mas Agung, sumpah aku tidak ada niat jelek dan akan
kuberikan
doa 100 Al Fatihah kepada kalian untuk bisa awet sepanjang umur
kalian sehabis sholat subuh pagi ini. Amiin).
Eh..masih ada space sedikit,
mubazir..he..he..aku juga berdoa semoga dalam penulisanku ini dalam
naungan ridho Alloh dan dihindarkan dari gangguan syaitan yang hina
dan terkutuk. Amiin.
Wassalamu’alaikum
wr.wb Yusuf Ismail
SPIRITUALITAS
CINTA
(Sebuah
Perjalanan Cinta)
Aku kelas 2 SMU waktu itu.
Masa-masa yang sangat berkesan dalam kecerdasan remaja yang mulai
beranjak
menemukan hal-hal baru yang akan mempengaruhi hidupku pada masa-masa
sesudahnya. Waktu itu ada penerimaan siswa baru di SMU ku. Biasalah,
namanya jiwa remaja selalu ingin tahu wajah-wajah seperti apa yang
menghiasi hari-hari baru di sekolah. Aku lelaki, punya rasa
keingintahuan yang besar terhadap siswi baru. Beberapa hari orientasi
ternyata aku belum menemukan apa yang aku harapkan. Selanjutnya aku
menjalani hidup-hidup seperti biasa di sekolah. Aktif dengan kegiatan
intra dan ekstra sekolahku. Aku termasuk orang pendiam dan pemalu
waktu itu. Aku juga masuk dalam organisasi ROHIS dan PMR dan sesekali
membantu teman-teman dalam OSIS walau aku tidak masuk dalam
kepengurusan OSIS. Hari-hari berlalu sampai ada suatu kejadian yang
sangat bersejarah dalam hidupku.
Tahu kejadian bersejarah itu? Aku
menemukan sesosok wajah bidadari di SMU ku. Dan ternyata adalah siswi
baru. Aku sudah agak tidak teringat dengan proses dan alur
kejadiannya, namun yang paling kuingat adalah aku seketika itu
langsung menuju ruang OSIS dan menggeledah laci dan rak yang ada
dalam ruangan OSIS. Apa yang kucari? Foto siswi baru itu. Dan
kutemukan juga. Foto hitam putih ukuran 3×4 dan dibelakangnya
tertulis namamu dan kelasmu. 1-7 aku masih ingat. Dan dengan segala
akalku aku berusaha mencari kesempatan untuk bisa terus berdekatan
denganmu. Kau orang pendiam kurasa waktu itu. Berjilbab menambah
anggun sosokmu membuat aku agak canggung untuk mencari kesempatan
dekat denganmu. Tapi, beruntung aku waktu itu aktif di ROHIS dan pada
waktu itu aku juga merupakan ketua seksi di ROHIS yaitu seksi
Perpustakaan Islam. Pas dengan saat itu aku membutuhkan
pengurus-pengurus baru perwakilan kelas untuk mengisi struktur
kepengurusan, maka dari kelasmu aku menunjuk kamu mewakilinya.
(he..he..namun juga memang aku melihat kamu punya potensi untuk bisa
menjadi sosok yang penting di sekolah dengan kecerdasan dan kharisma
yang kau miliki. Buktinya kamu menjadi ketua An Nisa’).
Aku menikmati
masa-masa itu, masa-masa dimana aku bisa melihatmu, walau sekejap
atau hanya curi-curi pandang. Hanya dialog-dialog kecil yang kita
lakukan, tidak ada perbincangan pribadi. Hal itu karena memang aku
sangat canggung dan malu untuk memulai perbincangan denganmu. Walau
saat itu aku ingin sekali. Sampai suatu saat aku diberi tahu oleh
temanku yang juga masih saudaraku dan kakak kelasku di SMU, bahwa dia
punya teman akrab dan ternyata temannya itu adalah kakakmu yang juga
kakak kelasku (njlimet ya..he..he..kaya psikotes). Apa yang dikatakan
temanku adalah bahwa pas dia main kerumah temannya yang kakakmu itu,
kamu bercerita bahwa kamu sedang ada rasa dengan kakak kelas yang itu
adalah aku..dan kamu belum tahu bahwa yang kamu ajak cerita atau
curhat itu adalah temanku yang juga saudara sepupuku.(benar apa tidak
ini belum aku cek kebenarannya). Temanku atau saudaraku itu bilang ke
aku pada malam harinya setelah kamu cerita. Reaksiku mendengarnya
seperti mendapat undian bahwa aku menang lomba. Berjingkrak
kegirangan seperti orang gila.hee..Tapi cerita itu tidak lantas
membuatku menjadi aktif terhadapmu, malah aku semakin malu dan
canggung terhadapmu..Terpendam lagi.
Hari-demi hari berlalu hingga aku
lulus dari sekolah. Selama itu pula aku hanya memendam rasa itu. 2
tahun.
Hingga aku
kuliah aku tetap tidak bisa melupakanmu. Hari tetap kujalani dengan
kewajaran layaknya orang seusiaku. Sampai aku pas liburan mau ke
semester 3 aku diajak main sama temanku yang saudara sepupuku tadi
main ke rumah temannya. Aku tidak tahu siapa temannya itu. Sampai di
sana aku bincang-bincang dengan temannya dan saat itu setelah 1 tahun
aku tidak melihatmu, aku dikejutkan oleh sosokmu yang menyajikan
minuman. Ternyata aku di rumahmu!!!. Entah kebetulan atau memang
takdir yang membawa kita bertemu kembali dalam suasana seperti itu.
Berkembang kita yang dulunya jarang omong dan malu-malu seakan-akan
menebus semua rasa selama 3 tahun itu dengan keakraban yang dekat
sekali antara batin kita. Hal ini berlangsung selama 2 tahun kita
bersama-sama mengarungi kebahagiaan. Hal ini yang kurasakan dan aku
yakin kau juga merasakan hal itu. Waktu-waktu libur aku sempatkan ke
rumahmu dengan dalih mengantar ibuku yang kantornya tidak jauh dari
rumahmu sekalian mampir ke rumahmu. Eh..nggak mampir ding..soale dari
pagi sampai siang atau sore.he..
Tahu kejadian
romantis atau indah yang aku sangat mengingatnya sampai sekarang dan
aku yakin kau adalah anugerah terindah dari Alloh saat itu? Saat kau
mengambilkan nasi atau minuman untukku, saat kau menyalamiku, saat
kau dengan sabar mendengar keluh kesahku, saat kau bertutur sopan dan
halus di hadapanku, saat kau menanyikan lagu untukku (dengan gitar
kau nyanyikan lagu ”Five Minutes). Tak ada lagi yang diharapkan
laki-laki dari wanita bila berjumpa dengan sosok sepertimu. Jiwa anak
muda bila sedang dilanda cinta pasti ada keinginan untuk
mengungkapkannya kepada yang dicintai. Tapi hal tersebut tidak bisa
kuucapkan dan kuungkapkan kepadamu secara lesan. Hanya bahasa tubuh
yang bisa kulakukan dan ku yakin kau tahu bahwa aku sangat
mencintaimu. Perasaanku saat itu kau pun memakluminya bahwa sikapku
selama itu, bahwa aku tidak secara lesan mengungkapkan perasaanku.
Ditambah pada rentan waktu itu aku mengalami kejadian atau pengalaman
spiritual, yaitu mengalami masa-masa kepasrahan menghadapi maut saat
aku tenggelam di Laut Pacitan. Saat dimana aku disadarkan akan
kekerdilanku selama ini bahwa aku adalah ciptanNya yang dapat
diambilnya sewaktu-waktu. Tahu yang kuucapakan setelah sadar dari
fase kritis itu? Yang menjadi semangat hidupku adalah Alloh, Nabi,
Ibu dan orang tuaku, serta kamu..Temanku menjadi saksi bahwa aku
berulangkali menyebutkan namamu saat aku mengalami fase-fase
tersebut. Namun kejadian tersebut juga membuat psikologi atau
kejiwaanku menjadi berubah. Banyak hal-hal yang sebelumnya tidak aku
pikirkan dan renungkan menjadi kupikirkan atau renungkan. Aku menjadi
sosok yang pendiam, penyendiri, asing dengan lingkungan, was-was,
juga aku merasakan beban tanggung jawab yang besar di pundakku. Aku
anak yatim yang ditinggal bapakku tercinta sejak umur 3 tahun. Ibuku
berjuang sendirian membesarkan 5 anak laki-lakinya. Aku sebagai anak
ke-4 melihat kakak-kakakku yang tidak seperti yang diharapkan ibunya
menjadi tulang punggung keluarga, merasa ada beban tanggung jawab
yang harus kulakukan untuk membahagiakan dan tidak menyulitkan ibuku.
Aku pun dinasehati oleh ibuku bahwa agar kuliahku segera
diselesaikan. Buang atau hindari hal-hal yang membuatku nantinya
tidak konsentrasi terhadap kuliah. Pacaran pun kalau bisa jangan
dulu. Hal tersebut yang membuat aku dengan sadar tapi dengan sangat
berat mencoba menjauh darimu perlahan, walau aku tahu ini akan punya
dampak besar sekali. Saat aku sedang ingin tetap terus bersamamu.
Namun, dengan logika dan akal sehatku, namun dengan meninggalkan
perasaanku, aku menjauh darimu. Saat itu aku kuliah yang harus segera
kuselesaikan. Maka aku segera mencapai kehendak itu. (hal ini
kubuktikan dengan lulus cepat di kuliah dengan nilai yang juga
bagus). (ijasah dan transkrip nilai sebetulnya akan kulampirkan, tapi
malah seperti melamar kerja. Dilegalisir lagi.he..).
Namun
namanya risiko yang sudah kupikirkan saat itu belum sampai membuat
aku siap terhadap risiko yang benar-benar terjadi. Seperti saat aku
diberitahu oleh temanku yang sepupuku dan juga teman kakakmu bahwa
ternyata kau menunggu kepastianku akan hubungan kita selama waktu
itu. Dan menurut temanku sampai kau menerima cinta seseorang yang
pada waktu itu sebenarnya kau tidak mencintainya. Bagai dibanting
dari lantai 4 aku mendengarnya. (aku shock waktu itu) Ada 3 temanku
waktu itu. Aku menangis untuk pertama kali untuk seorang wanita,
benar-benar menangis. Aku sangat menyesal bahwa selama ini ada wanita
yang kukorbankan perasaannya karena prinsipku. Aku bagai disadarkan
bahwa aku ternyata belum siap untuk ditinggalkan olehmu waktu itu.
Dan tambah menyesal lagi bahwa ternyata hal tersebut sudah 6 bulan
yang lalu sesudah engkau cerita kepada temanku yang sepupuku tentang
kejadian tersebut. Aku sadar temanku yang sepupuku tidak
tega mengatakan kepadaku. Temanku tahu bahwa aku sangat mencintaimu,
sehingga dia tidak sampai hati menyampaikan berita itu padaku. Tapi
namanya terlambat, ya terlambat..seperti kata orang bijak ”Hal
terburuk dalam hidup bukan saat kita mendapatkan sesuatu hal atau
kejadian buruk tersebut, itu bisa menjadi suatu pelajaran berharga
dan karena itu sudah terjadi, Namun hal terburuk dalam hidup adalah
saat kita sebenarnya dapat melakukannya tapi kita tidak sempat
berbuat untuk mewujudkannya.Menjadi penyesalan yang hebat”.
Hal
itu menyadarkanku, bahwa saat kita sebenarnya bisa mengungkapkan apa
yang kita rasakan atau apa yang ingin kita lakukan, kita tidak akan
menyesal di kemudian hari, apapun hasilnya. Pelajaran berharga.
Setelah kejadian itu aku sudah tidak bisa seleluasa dulu lagi untuk
bisa dekat denganmu. Kau sudah ada yang mencintai dan memilikimu
dalam arti pacaran. Aku masih mencintaimu saat itu dan aku terus
diberikan rasa itu oleh Alloh walau aku tahu bahwa kau sudah dengan
yang lain. Aku menjalaninya, bahwa aku mencintai seseorang yang
mungkin sudah tidak mencintaiku lagi..Aku tetap menyimpan cinta itu
dalam hatiku sendiri. Sampai aku selain bahagia dengan rasa itu juga
aku sangat tersiksa dengan rasa itu. Aku tidak bisa menghilangkan
rasa itu. Sampai aku pernah beberapa kali dekat dengan wanita, namun
tidak sampai berlangsung menjadi suatu ikatan, karena aku sadar bahwa
kamu selalu hadir menghantuiku setiap aku akan menjalin hubungan. Kau
selalu ada di hatiku kemana aku berada. Bahkan sampai suatu saat aku
nekad berpacaran dengan cewek walau aku tidak mencintainya dengan
tujuan mungkin setelah sekian lama, aku bisa mencintainya dan
melupakan kamu. Namun namanya saja hubungan tanpa rasa cinta tidak
akan berlangsung lama. Cuma 4 bulan aku pacaran, karena aku tidak
bisa memberikan apa yang dia butuhkan, yaitu cinta. Sampai aku lulus
kuliah dan kerja pun selama 3 tahun, aku tetap tidak bisa
melupakanmu. Jadi total aku melewati masa-masa bahwa di hatiku
(sampai aku kerja selama 3 tahun) mencintaimu adalah 9 tahun.
Masih
ada sisa 1 tahun terakhir aku mencintaimu sampai waktu ini. Selama
setahun ini, aku mulai mencoba meraih hatimu lagi, walau dengan
cara-cara sms dan kadang-kadang telpon
(tapi cuma beberapa kali..ra gablek pulsa je.he..he..). Tapi aku
merasa tetap nihil hasilnya. Kau memang wanita yang setia. Aku juga
merasa mungkin perjuanganku kurang gigih. Namun aku merasa hanya
cara-cara itu yang kuanggap sebagai cara yang halus dan sopan untuk
meraihmu. Aku berjuang untuk meraihmu namun aku juga berjuang untuk
melupakanmu. Aku berdoa kepada Alloh Yang Maha pembolak-balik hati
untuk memberikan yang terbaik bagiku dan bagimu. Bila memang jodohku
aku ingin rasa ini dihilangkan dariku, namun jika jodoh pertautkan
hati kita seperti dahulu lagi..Pasrah dan ikhlas itu merupakan kunci
doa yang sesungguhnya. Ternyata sangat sulit hal tersebut kalau kita
memang sudah tidak ada pilihan lain. Sampai saat aku merasa aku harus
ke Jakarta untuk terakhir kalinya untuk mencoba meraihmu lagi.
Rencanaku hari Jumat aku ke Jakarta. Namun, hari kamis pagi aku
mendapati sms mu yang minta restu dan doa akan pernikahanmu pada hari
minggu. Terlambat lagi…Untuk kedua kalinya aku terlambat untuk
berjuang atas nama cintaku. Sangat sedih memang, 10 tahun berjalan,
aku diberi rasa cinta yang demikian hebat. Namun seperti dua kata
kunci tadi, pasrah dan ikhlas akan timbul saat kita tidak ada pilihan
lain yang harus dilakukan. Aku ke Jakarta pun sangat mustahil untuk
dapat mengubah niatmu untuk menikah.
Aku
dulu tidak berpikir bahwa aku akan bisa menghadapi ini. Yang
terbayang bahwa aku akan mati separuh kehilanganmu. Namun, atas
kekuatan yang diberikanNya, hanya dalam waktu 3 hari sejak aku
mendapatkan berita pernikahanmu aku tetap tegar menghadapinya. Aku
tersadar, bahwa perjalanan cinta tidak selalu seperti yang kita
harapkan. Ending atau akhir cerita cinta tidak bisa kita sutradarai.
Sutradaranya adalah Alloh Yang Maha Pengatur segalanya. Dan Alloh
punya rahasia-rahasia yang tidak akan diberikanNya pada makhlukNya
seperti kita sampai Dia berkehendak untuk memberitahu kita. Dia
menyiapkan segala sesuatu sehingga segala sesuatu akan berjalan
sesuai dengan rencanaNya. Dan Dia juga menyiapkan suatu akhir yang
indah sebenarnya dari sisi Akhirati bukan dari sisi duniawi.
Maksudnya adalah yang terbaik untuk manusia bukan pada anggapan
manusia, namun adalah kehendakNya. 10 Tahun mencintaimu bukanlah
siksaan untukku. Itu adalah masa atau dekade paling indah dalam
hidupku. Yaitu, mencintai seseorang yang pantas dicintai, seorang
sosok wanita solehah yang semakin langka di muka bumi ini. Sesosok
istri yang taat dan
setia kepada suami, tahu hak kewajibannya. Dan aku yakin kau akan
menjadi istri dan ibu yang baik. Aku selama ini mengejar yang pantas
dikejar. Yang kusesali adalah aku ingin melupakanmu saat dulu. Aku
bahagia dengan mencintaimu dengan caraku. Aku tidak berharap balasan
cintamu sekarang. Aku tidak berharap engkau menjadi milikku sekarang.
Kau sudah berjasa memberikan contoh sosok yang pantas dicintai. Doaku
semoga aku diberikan jodoh sepertimu atau mungkin lebih. Dan sekarang
aku akan berusaha mencapainya. Seperti ayat Alloh, ”Wanita
baik-baik untuk laki-laki baik dan demikian sebaliknya……”
Sebagai bahan instropeksi diri, aku selama ini belum dapat mencapai
kufu akhlaq yang sama denganmu. Banyak kekurangan-kekurangan dan
kesalahan-kesalahan yang selama ini masih kubuat. Aku harus perbaiki
diri untuk menjadi lebih baik lagi, dan mendapatkan jodoh seperti
yang dijanjikannya. Amiin.
Sekali
lagi aku yakinkan kepadamu, bahwa aku sangat bahagia dengan
pernikahanmu. Tak ada sebersit pun rasa dendam, sakit hati pada mu
karena ketetapan
ini. Namun aku bahagia, bahwa yang aku cintai selama ini bahagia di
hari pernikahannya. Hari yang merupakan gerbang awal menuju syurga.
Ibadah yang banyak sekali lahan untuk mengais syurga. Sangat berdosa,
bila aku menghalangi niat baik seseorang. Aku akan datang di
pernikahanmu sebagai lelaki yang sebenarnya. Tegar, tidak mudah patah
arang seperti yang dicontohkan Nabi-nabi kita serta
Sahabat-sahabatnya dan orang-orang sholeh di bumi ini. Setidaknya aku
mencoba sebagai temanmu yang akan selalu mendoakan yang terbaik
bagimu. Kepada Mas Agung yang sangat beruntung mendapatkan istri yang
bagai bidadari syurga: Jagalah kasih sayang diantara kalian, jangan
khianati nikmat Alloh akan istrimu, pergauilah sesuai dengan nilai
agama Islam, maka aku akan tambah berbahagia di hari depan. Semoga
kita bertemu di syurga Alloh Ta’alaa. Amiin. Teruntuk kamu yang
pernah mengisi hatiku, jadilah istri yang dengan panji-panji Alloh
dan RosulNya serta keteladanan Siti Khotijah, Aisyah dan Fatimah
Az-Zahra menjadi istri yang akan dibuatkan singgasana di syurga dan
dijadikan bidadari yang indah. Amiin
Itu
sekelumit kisah yang bisa ada 3 kemungkinan. Aku mohon maaf
sebesar-besarnya kepadamu dan juga terutama kepada Mas Agung. Ini
Demi Alloh bukan tipu licikku, namun dari hati yang dalam, aku hanya
mendoakan kebaikan bagi kalian berdua. Semoga diberi keturunan yang
banyak yang soleh soleha dan dapat meneruskan cita-cita Rosulullah
SAW dengan Islam. Amiin
10/11/2007
3:37-
4.44 WIB
Langganan:
Komentar (Atom)
